Jumat, 31 Mei 2013

Silampari Institute kerjasama dengan SMK Yadika Lubuk Linggau adakan Pelatihan Motivasi untuk siswa







Lubuk Kupang Kota Lubuk Linggau Kabupaten Musi Rawas.
Hari ini tanggal 31 Mei 2013, Silmpari Institute bekerjasama dengan SMK Yadika mengadakan Pelatihan Motivasi untuk siswa kelas 1 dan Kelas 2 SMK yang berjumlah lebih dari 300 siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk merubah paradigma yang negatif menjadi lebih positif sehingga dapat lebih meningkatkan prestasi belajar dan kemampuan siswa dalam bersosialisasi.

Selasa, 21 Mei 2013

JANJI SISWA SMA NEGERI SIMPANG SEMAMBANG



JANJI SISWA

JANJI SISWA SMA NEGERI SIMPANG SEMAMBANG

Kami siswa-siswi SMA Negeri Simpang Semambang dengan sepenuh hati berjanji :
1.   Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbakti kepada orang tua dan hormat kepada guru
2.   Mematuhi perarturan sekolah
3.   Menjaga nama baik sekolah dimanapun berada, serta melaksanakan 7 K
4.   Tidak melakukan perkelahian individu atau kelompok baik didalam maupun diluar sekolah
5.   Tidak membawa senjata tajam,HP, merokok, menggunakan narkoba   berambut panjang dan memakai perhiasan berharga disekolah
6.   Mengikuti pelaksanaan upacara setiap hari senin dan hari-hari besar lainya dengan berpakaian lengkap
7.   Mermberi salam ketika bertemu Kepala Sekolah, Guru, Karyawan dan semua teman

TATA TERTIB SISWA SMA NEGERI SIMPANG SEMAMBANG TAHUN PELAJARAN 2013 – 2014



PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS
           DINAS PENDIDIKAN
         SMA NEGERI SIMPANG SEMAMBANG
          Terakreditasi B
Alamat :  Jl. Syahrial Oesman Simpang Semambang Kec. Tuah Negeri Kab. Musi Rawas 31664
                                                        
               
TATA TERTIB SISWA
SMA NEGERI SIMPANG SEMAMBANG
TAHUN PELAJARAN 2013 – 2014

PEMBUKAAN

 Berpedoman pada Visi SMA Negeri Simpang Semambang :
Menjadi sekolah yang menghasilkan siswa berprestasi berdaya saing Global dan berkarakter Bangsa berdasarkan Imtaq dan Iptek”.
Misi :
1.       Menerapkan pembelajaran Aktif, Kreatif dan Menyenangkan untuk menghasilkan prestasi akademik yang baik
2.       Menigkatkan kualitas guru secara berjenjang dan terus menenrus dengan mengikut sertakan guru diberbagai pelatihan dan diklat
3.       Melaksanakan ekstrakurikuler dibidang Paskibra, Pramuka, PMR, Olahraga Prestasi, Rohis, Kesenian dan Usaha kesehatan Sekolah
4.       Meningkatkan disiplin warga sekolah baik dalam kehadiran, kebersihan lingkungan dan kegiatan proses pembelajaran
5.       Menanamkan dan melaksanakan sikap taat dan patuh pada ajaran Agama sehingga dapat mempercepat pencapaian Musi Rawas Darussalam

BAB.I
KETENTUAN UMUM
Pasal. 1
Tata Tertib Siswa
1.       Siswa adalah peserta didik yang masih tercatat secara sah di SMA Negeri Simpang Semambang
2.       Tata tertib siswa adalah seperangkat sistem yang mengatur perilaku seluruh siswa SMA Negeri Simpang Semambang yang masih sah menjadi siswa



                                                                  Pasal. 2
                                                   Tujuan Tata Tertib Siswa

Mengatur perilaku siswa sehingga tercipta kegiatan belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta gembira dan berbobot.

                                                              


Pasal. 3
Pemberlakuan Tata Tertib Siswa

1.       Tata tertib siswa berlaku untuk siswa SMA Negeri Simpang Semambang yang masih sah menjadi siswa baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
2.       Tata tertib siswa berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya perubahan tata tertib berikutnya.

                                                             BAB. II
                                                  HAK – HAK SISWA
                                                              Pasal 4
Selama masih menjadi siswa SMA Negeri Simpang Semambang secara sah, maka mendapatkan hak-hak sebagai berikut :
1.       Mengikuti Kegiatan Belajar ( KBM ) dengan baik
2.       Berbuat sesuatu yang berguna untuk memajukan diri sendiri, sekolah maupun Organisasi Intra Sekolah ( OSIS )
3.       Mengikuti kegiatan ektrakurikuler untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di SMA Negeri Simpang Semambang
4.       Mendapatkan informasi, bimbingan, kasih sayang atau perhatian dan perlindungan dari sekolah melalui wali kelas, BP/BK, guru dan karyawan SMA Negeri Simpang Semambang
5.       Memberikan saran kritik yang membangun terhadap kebijakan sekolah melalui jalur MPK/OSIS atau sarana lainnya yang dimiliki sekolah dengan benar dan menjaga etika / kesopanan
6.       Mendapatkan fasilitas yang layak dari sekolah sesuai dengan kemampuan sekolah

BAB. III
KEWAJIBAN SISWA
Pasal. 5
Setiap siswa wajib mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM), Kegiatan Ekstrakurikuler dan Intrakurikuler, Upacara hari senin dan hari besar lainnya yang diadakan sekolah maupun Instansi terkait, serta kegiatan lainnya yang diadakan sekolah.

Pasal. 6
Mengikuti Proses Belajar Mengajar ( PBM )
Siswa wajib mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar sesuai kalender pendidikan yang dibuat dan diberlakukan di SMA Negeri Simpang Semambang  dengan ketentuan :
1.       Proses Belajar Mengajar (PBM) di mulai pukul 07.30 WIB, siswa harus datang di sekolah 15 ( lima belas ) menit sebelum PBM dimulai
2.       Masuk atau keluar dengan tertib setelah tanda masuk atau keluar dibunyikan
3.       Proses Belajar Mengajar diawali dan diakhiri dengan berdoa
4.       Mengikuti PBM dengan tertib dan bertanggung jawab
5.       Bersikap ramah, sopan dan santun terhadap semua orang
6.       Meminta izin kepada guru piket dan guru mata pelajaran apabila masuk, meninggalkan kelas atau meninggalkan pelajaran.
7.       Senantiasa menjaga nama baik SMA Negeri Simpang Semambang
8.       Menyampaikan surat dari orang tua apabila tidak masuk sekolah
9.       Memberitahukan kepada sekolah apabila 2 hari tidak masuk sekolah karena sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter ( apabila rawat inap )
10.    Memiliki buku wajib, referensi dan LKS
11.    Menyimpan hasil ulangan
12.    Menggunakan pakaian seragam dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Hari senin s/d Selasa: Abu-abu / putih ( Siswa putri mengenakan jilbab putih )
b. Hari Rabu s/d Kamis : Baju Batik
b. Hari jum’at dan sabtu: Pakaian Muslim  ( Siswa putri mengenakan jilbab putih )





Pasal. 7
Perilaku / Aktifitas di sekolah
Selama di sekolah :
1.       Menjaga kebersihan, kesehatan, keindahan, keamanan, ketertiban, kerindangan dan kekeluargaan serta ikut memelihara seluruh sarana yang dimiliki sekolah
2.       Menata rambut dengan rapi dan sopan
3.       Menggunakan perhiasan secara sederhana, tidak berlebihan dan untuk siswa putri memakai rok panjang dan mengenakan jilbab
4.       Membiasakan bertegur sapa, mengucapkan salam, berjabat tangan secara sopan kepada sesama teman,guru dan seluruh warga sekolah lainnya
5.       Memelihara lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang kondusif
6.       Meminta izin kepada guru mata pelajaran apabila menemui tamu dan izin diberikan maksimal 10 menit
7.       Menunaikan sholat dzuhur berjamaah
8.       Menyelesaikan administrasi sekolah tepat waktu
9.       Menempatkan kendaraan di tempat parkir secara tertib dan teratur ( bagi yang membawa kendaraan )
10.    Setiap siswa wajib membawa :
a.       Kartu Pelajar atau kartu anggota OSIS SMA Negeri Simpang Semambang
b.       SIM dan STNK bagi siswa yang menggunakan kendaraan bermotor
11.    Berperilaku baik, jujur dan hormat kepada Kepala Sekolak, guru, karyawan dan sesama siswa di lingkungan SMA Negeri Simpang Semambang
12.    Menyampaikan surat yang dikirim oleh sekolah kepada orang tua, apabila mendapatkan titipan surat dari sekolah untuk orang tua
13.    Tidak membawa Handphone (HP) ke sekolah

Pasal. 8
Perilaku / Aktifitas diluar sekolah
Selama diluar sekolah :
1.       Membiasakan bertegur sapa, mengucap salam, secara sopan kepada semua orang
2.       Bersikap ramah, sopan dan santun terhadap semua orang
3.       Berperilaku baik, jujur dan hormat kepada sesama, orang tua, orang yang lebih tua dilingkungan siswa bertempat tinggal
4.       Menjaga nama baik almamater dimanapun berada




BAB. IV
LARANGAN, NILAI BOBOT DAN SANKSI
Pasal. 9
Nilai Bobot
Citra Diri
Siswa yang berkepribadian dan berbudaya akan memiliki identitas pribadi sebagai seorang siswa Bangsa Indonesia. Hal – hal yang melanggar pembentukan citra diri antara lain :

1.Memakai pakaian seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, termasuk pakaian olahraga dan pakaian muslim serta atribut sekolah
5
2.Memakai sandal atau sepatu, sandal atau sepatu yang dipakai tidak semestinya di lingkungan sekolah mulai jam pertama hingga jam terakhir
5
3.Siswa Putra :
   a. Berambut panjang atau gondrong
   b. Mengecat rambut atau membuat potongan rambut yang tidak pantas untuk
       ukuran pelajar
   c.Memakai anting
   d.memakai gelang
   e.Memakai kalung
   f.Memakai kemeja atau celana panjang ketat atau sudah tidak pantas untuk
      dipakai lagi
   g.Memakai kemeja tidak dimasukkan kedalam celana
  h. Membawah Handphone ( HP )

5
5

5
5
5
5

5
5
4.Siswa Putri :
    a.Memakai perhiasan atau make up yang berlebihan
    b.Memakai kemeja atau rok ketat atau transparan
    c.Memakai kemeja tidak dimasukkan ke dalam rok
    d. Membawah Handphone ( HP )


5
5
5
Pasal. 10

Citra SMA Negeri Simpang Semambang
Menjadi siswa SMA Negeri Simpang Semambang adalah salah satu idaman siswa di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Perilaku siswa SMA Negeri Simpang Semambang dapat dicerminkan dengan tidak melakukan pelecehan terhadap citra SMA    Negeri 2 Muara Beliti, seperti melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :


1.Tidak mengikuti upacara secara sengaja tanpa siizin piket dan melakukan hal-hal yang mengganggu terlaksananya upacara secara khidmat atau meninggalkan upacara yang belum selesai kecuali sakit

5
2.Menyalagunakan alat-alat yang tidak ada hubungannya dengan KBM di sekolah
10
3.Masuk atau keluar sekolah dengan cara melompat atau menerobos pagar
25
4.Selama menjalani masa skorsing berada di lingkungan sekolah
15
5.Membawa dan atau menyimpan rokok di lingkungan sekolah
15
6.Menghisap rokok di lingkungan sekolah
25
Pasal. 11

Suasana Kelas
Suasana kelas atau ruang belajar yang tenang, teratur dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat sehingga siswa dapat memcapai hasil belajar yang maksimal. Pelanggaran- pelanggaran  yang dapat merusak suasana di kelas antara lain :
1.Masuk kelas tanpa seizin guru piket bila terlambat lebih dari 10 menit, baik pada jam pertama ataupun pada pergantian jam pelajaran atau jam istirahat
2.Meninggalkan kelas / lingkungan sekolah saat KBM sedang berlangsung tanpa seizin dari guru pengajar dan guru piket
3 Masuk sekolah tanpa surat keterangan dari orang tua jika hari sebelumnya tidak
  hadir tanpa keterangan
4Menciptakan dan atau melakukan kegaduhan,keributan ,keonaran sehingga mengganggu KBM.





4

4

2

10
Pasal .12

Pelestarian lingkungan
Suasana kelas atau ruang belajar yang tenang, teratur dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat sehingga siswa dapat mencapai hasil yang maksimal. Pelanggaran- pelanggaran yang dapat merusak suasana di kelas antara lain :
1.Membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya
2.Membuat coretan pada barang- barang inventaris sekolah atau tembok atau tempat- tempat lain di dalam atau di luar sekolah





2
10

Pasal. 13

Norma susila
Siswa yang baik dan santun dalam bergaul akan menjadi harapan bangsa, Pelanggaran-pelanggaran terhadap norma susila dicerminkan antara lain :
1.Bersikap tidak sopan terhadap sesama siswa
2.Menerima tamu di sekolah saat KBM tanpa seizin guru piket
3.Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma susila dan agama seperti:
a. Bermain kartu
b, Berbuat asusila ( disesuaikan tingkat pelanggarannya )
c. Berjudi
     d. Membawa, menyimpan, mengedarkan gambar dan atau hal-hal yang       mengandung unsur pornografi dan pornoaksi
 4.Berkaku tidak sopan atau menghina atau membangkang, melawan terhadap  Kepala sekolah/guru/karyawan
5.melakukan kecurangan memalsukan identitas atau tanda tangan orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok
6.Melakukan pemalsuan tanda tangan Kepala Sekolah / guru / karyawan untuk kepentingan individu atau kelompok
7.melakukan kecurangan ketika ulangan harian atau ulangan umum atau  ujian lainnya

8.Memberikan keterangan atau pernyataan palsu
9.Mengambil atau meminta dengan paksa berupa uang atau barang lain atau milik sekolah
10.Melakukan pengrusakan barang milik orang lain atau sekolah baik sengaja maupun tidak sengaja
11,Melakukan intimidasi terhadap siswa lain sehingga menimbulkan rasa tidak aman atau ketakutan
12.Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan atau orang lain baik  langsung atau dengan menggunakan benda
13.Mealkukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik langsung maupun dengan menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera
14.Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik langsung maupun dengan menggunakan benda
15. Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik langsung maupun dengan menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera
16.membawa atau menyimpan atau membunyikan petasan atau bahan peledak lainnya di lingkungan sekolah yang dapat mengancam jiwa atau menghancurkan atau menimbulkan kerusakan barang atau bangunan milik individu atau milik negara
17.memicu terjadinya perkelahian baik perorangan maupun massal (tawuran) yang mengakibatkan terjadinya korban dari kedua bela pihak
18.Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata tajam atau tumpul di lingkungan sekolah
19.Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata api di lingkungan sekolah
20.Terbukti secara hukum melakukan tindakan kriminal yang berhubungan dengan pihak kepolisian didalam atau luar lingkungan sekolah
21.Membawa atau menyimpan atau mengkonsumsi atau mengedarkan minuman keras atau narkotik atau zat adiktif lainnya didalam maupun diluar lingkungan sekolah



10
5


3
10-100
20
50


50

20

50

10

20
25

20

25

40

60


50

75


75



75

50

100

100

100
Pasal.14

Organisasi
Organisasi yang ada dan diakui di SMA Negeri Simpang Semambang adalah OSIS.sedangkan organisasi lain yang dibentuk untuk menonjolkan identitas diri dilarang karena dapat menimbulkan kerawanan. Hal-hal tersebut dicerminkan dengan pelanggaran : Membentuk atau menjadi anggota organisasi atau kegiatan yang tidak dilegalkan oleh sekolah
10


Pasal.15
Sanksi
1.       Sanksi berupa teguran :
a.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 10, ditegur oleh wali kelas
b.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 15, panggilan orang tua oleh wali kelas
c.        Bila bobot poin pelanggaran mencapai 25. Panggilan orang tua oleh guru BP.BK

2.       Sanksi peringatan tertulis :
a.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 30, surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, orang tua dan wali kelas
b.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 40, surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, orang tua, wali kelas dan guru BP/BK.

3.       Peringatan skorsing
a.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 50, dikenakan skorsing selama 5 hari dan surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, wali kelas dan wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
b.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 70, dikenakan skorsing selama 10 hari efektif dan surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, orang tua,wali kelas dan           wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
c.        Bila bobot poin pelanggaran mencapai 85, dikenakan skorsing selama 15 hari efektif dan surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, orang tua,wali kelas, Guru BP/BK dan wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
d.       Bila bobot poin pelanggaran mencapai 90, dikenakan skorsing selama 20 hari efektif dan surat pernyataan ditanda tangani oleh siswa, orang tua,wali kelas, Guru BP/BK dan wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan
4.     Sanksi poin pelanggaran mencapai 100
Bila mencapai bobot poin pelanggaran 100 dikembalikan kepada orang tua dengan surat pemberitahun yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah

5.       Sanksi yang diberikan bila sebelumnya telah menjalani sanksi :
a.       Apabila bobot poin pelanggaran 85, namun siswa tersebut sudah menjalani skorsing pada butir No.3a, maaka masa skorsing hanya ditambah 5 hari efektif
b.       Apabila bobot poin pelanggaran 90, namun siswa tersebut sudah menjalani skorsing pada butir No.3b, maka masa skorsing hanya ditambah 5 hari efektif

BAB.V
NILAI BOBOT PRESTASI DAN PENGHARGAAN
Pasal. 16

Prestasi Akademik
A.      Umum  / Ekstern
1. Juara TK Internasional
2. Juara TK Regional
3. Juara TK Nasional
4. Juara TK Propinsi
5. Juara TK Kabupaten
6. Juara TK Kecamatan



75
50
35
25
20
15
B.      Khusus / Intern
1.       Juara Umum I, II, II
2.       Juara Kelas Peringkat 1
3.       Juara Kelas Peringkat 2
4.       Juara Kelas Peringkat 3

25
15
10
5

Prestasi Non Akademik
A.      Umum  / Ekstern
1.  Juara TK Internasional
2.  Juara TK Regional
3.  Juara TK Nasional
4.  Juara TK Propinsi
5.  Juara TK Kabupaten
6.  Juara TK Kecamatan



75
50
35
25
20
15

B.      Khusus / Intern
1.       Juara Umum lomba pertandingan
2.       Juara Pertama lomba pertandingan
3.       Juara Kedua lomba pertandingan
4.       Juara Ketiga lomba pertandingan

10
7
5
3
Pasal. 18

Prestasi Keorganisasian
A.      Pengurus OSIS
1.       Ketua OSIS / MPK
2.       Ketua SEKBID OSIS/MPK



25
20

B.      Pengurus ESKUL
1.       Ketua ESKUL
2.       Pengurus inti ESKUL



10
5

C.      Pengurus Kelas
1.       Ketua Kelas
2.       Pengurus inti kelas

5
3
D.      Partisipasi dalam mengikuti lomba
1.       Siswa mengikuti lomba tingkat Internasional
2.       Siswa mengikuti lomba tingkat regional
3.       Siswa mengikuti lomba tingkat Nasional
4.       Siswa mengikuti lomba tingkat Kabupaten
5.       Siswa mengikuti lomba tingkat Kecamatan

15
10
8
5
3

Pasal. 19

Perolehan poin bobot prestasi yang sejenis hanya dapat dipakai untuk poin yang paling tinggi


                                                            Pasal. 20
                                                       Penghargaan
1.        Poin bobot prestasi dapat dipakai untuk menutupi poin bobot pelanggaran kecuali poin bobot pelanggaran yang nilainya 100
2.       Bagi siswa yang memiliki poin bobot prestasi yang setelah dipakai untuk menutupi poin bobot pelanggaran masih memiliki poin melebihi batas maksimum 100 akan diberi penghargaan :
a.       Bobot poin prestasi 100 – 200 diberi Piagam Penghargaan
b.       Bobot poin prestasi 200 – 300 diberi Piagam Penghargaan dan Trofi
c.        Bobot poin prestasi 300 keatas diberi Piagam Penghargaan dan souvenir/atau lainya

                                                           BAB.VI
                                   MEKANISME PEMBERIAN POIN
                                                          Pasal. 21
Mekabisme penanganan dan pemberian poin pelanggaran serta penanganan dan pemberian poin prestasi bagi siswa-siswi SMA Negeri  Simpang Semambang, yang bertugas menangani dan mencatat siswa yang melakukan pelanggaran atau siswa yang berprestasi adalah staf kesiswaan dan Pembina OSIS dibantu Guru BP,Wali kelas, guru piket.

Sedangkan mekanisme yang lain terbagi menjadi dua yaitu :
A.      Mekanisme penanganan pemberian poin pelanggaran.
1.       Setiap guru berhak menangani siswa yang terbukti atau diindikasikan melakukan pelanggaran, lalu memprosesnya hingga siswa tersebut mengakui pelanggaran.Kemudian guru tersebut menindaklanjuti dengan mencatat nama dan kelas siswayang bersangkutan , Selanjutnya catatan tersebut diserahkan kepada staf kesiswaan/
2.       Staf Kesiswaan menindaklanjuti dengan :
2.1.  Memanggil siswa yang bernasalah itu kemudian dicatat identitasnya, lalu siswa tersebut diberikan poin sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya . Catatan ini kemudian dituliskan pada kartu catatan poin
2.2.  Jika siswa tersebut telah melampaui tahapan pelanggaran yang harus melibatkan wali kelas,BP/BK,orang tua, Wakil Kesiswaan atau Kepala Sekolah maka staf Kesiswaan memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan
2.3.  Jika telah mencapai poin maksimal 100 maka Staf Kesiswaan melaporka kepada Wakil Kesiswaan dan dilanjutkan dengan melaporkannya kepada Kepala Sekolah
2.4.  Siswa yang dikembalikan kepada orang tua / dikeluarkan dari sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah dan didampingi oleh :
a.       Wakil Kesiswaan
b.       Satu orang guru BP/BK siswa yang bersangkutan
c.        Wali kelas siswa yang bersangkutan


B.      Mekanisme penanganan dan pemberian poin prestasi
1.       Siswa dapat langsung menyerahkan bukti prestasi atau dapat didampingi oleh guru Pembina atau wali kelas atau pelatih kepada Staf Kesiswaan
2.       Staf Kesiswaan mencatat poin prestasi pada kartu catatan poin
3.       Staf Kesiswaan akan memberikan piagam penghargaan dari sekolah pada saat upacara senin


Pasal. 22
1.       Setiap kelipatan 10 poin prestasi dapat menghapus poin pelanggaran 4
2.       Akumulasi pemberian poin dalam tata tertib SMA Negeri Simpang Semambang berlaku selama siswa menjadi siswa di SMA Negeri Simpang Semambang secara sah
 
Pasal. 23
Hal – hal lain yang belum diatur / tidak tercantum dalam tata tertib ini, akan ditentukan kemudian dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku


                                                                                          DITETAPKAN DI : SIMPANG SEMAMBANG
                                                                                 PADA TANGGAL : 16 JULI  2013

            MENGETAHUI                                                         KEPALA SEKOLAH
           KETUA KOMITE



          M. ALI EDI WIJAYA                                                HENDRA WADI,M.Pd
                                                                                                NIP.19750713 199903 1 002