EGO-KU
Cerita Pendek (Cerpen) Oleh Alzena Savaira Salimah
Kelas VIII A
SMP Ar-Risalah Lubuklinggau
………………
Rabu, 06.00
“ Rey….. bangun nak,” Ujar Bunda Kepadaku.
“Apa sih Bun? Lagi enak tidur juga” balasku pada Bunda.
“ Nanti Kamu kesiangan saying. Mandi, Sarapan, habis itu berangkat sekolah sana naik sepeda”, Ujar Bunda dengan panjang lebar.
“Sepeda lagi, sepeda lagi. Kapan naik mobilnya! Malu sama teman-teman yang lain!!!’ gerutuku kesal sambil meninggalkan kamar.
Dari apa yang kulakukan, bunda hanya bisa bersabar dan menahan amarahnya kepadaku, itu terlihat dari wajah bunda yang cantik menjadi warna kemerahan.
Saat sampai di Sekolah….
“Reyhana ! sudah Ibu bilang jangan tidur. Keluar sana !!!!” amarah Bu guru kepadaku.
“Ya Bu” jawabku spontan sambil meninggalkan kelas.
Beberapa bulan kemudian ……
‘Akhirnya lulus juga”, ujarku lega.
“Eh Rey, Kamu nanti SMP dimana?”, Tanya salah seorang temanku.
“nggak tahu”, jawabku santai.
Di rumah …
“Bun, aku SMP, Bunda daftarin kemana?”, tanyaku.
“Bunda masukkin kamu ke Pondok Pesantren Nur Hidayah”, Kata Bunda.
“apaan sih Bun, masukin aku ke Pondok segala. Aku ini sudah pinter , ngak perlu lagi belajar”, ujarku menggerutu kesal.
“kamu akan tahu nanti, nak”, ujar Bundaku.
Beberapa minggu kemudian, aku pun pergi ke Pondok Pesantren. Setelah sampai, Bunda langsung menciumku dan mengatakan…. ‘semoga kamu jadi lebih baik ya nak….”.
Minggu pertama di Pondok, aku termasuk anak yang sangat nakal di Pondok. Sampai suatu hari aku dipanggil secara khusus oleh ustadzah.
“afwan ustadzah, kalau boleh tahu, kenama aku dipanggil kesini?, ujarku gugup.
“Reyhana, bundamu sudah menceritakan semuanya tentang kamu ke ustadzah. Ustadzah hanya ingin memberikan saran …….”, ujar ustadzah panjang lebar.
Setelah ustadzah berbicara seperti itu padaku, aku baru sadar bahwa berbakti kepada orang tua itu tidaklah sulit. Aku mendapat hidayah.
Hu, aku pun dengan tegas berkata:
“Ustadzah, mulai hari ini, Aku Reyhana Putri Satu-satunya akan berbakti pada orang tua bagaimana pun caranya”.
Alhasil, bunda dan ustadzah pun senang padaku. Alhamdulillah…